In Peter's eyes, Damon Prince was a lot of things.
1. A fierce, dangerously capable alpha.
2. An annoyingly (endearingly) protective asshat.
3. The sexiest man on the planet. (He was a pretty good kisser too.)
Damon would argue that Peter ought to add big, bad wolf to the list. Emphasis on the bad part. Damon had never made to hide the fact that he was the villain in the strange, supernatural turn Peter's life had taken since being bitten. He had shoved that little tidbit down Peter's throat even. (Peter wished the man would consider shoving other things down his throat—things that weren't "little" in the slightest.)
He took every opportunity to remind Peter of his violent past, to hammer it through his skull that he wasn't a good guy. That there was blood on his hands. But the thing of it was, Peter had never truly believed him. (How could he when those supposedly blood-stained hands were always so gentle with him?) Peter had long ago come to the conclusion that Damon wasn't nearly as big and bad as the man wanted him to think . . . until suddenly, he was.
Contains mature themes.
© 2025 Tantor Media (Buku audio): 9798331959227
Tanggal rilis
Buku audio: 23 Desember 2025
Lebih dari 900.000 judul
Mode Anak (lingkungan aman untuk anak)
Unduh buku untuk akses offline
Batalkan kapan saja
Bagi yang ingin mendengarkan dan membaca tanpa batas.
Rp39000 /bulan
1 akun
Akses Tanpa Batas
Akses bulanan tanpa batas
Batalkan kapan saja
Judul dalam bahasa Inggris dan Indonesia
Bagi yang ingin mendengarkan dan membaca tanpa batas
Rp189000 /6 bulan
1 akun
Akses Tanpa Batas
Akses bulanan tanpa batas
Batalkan kapan saja
Judul dalam bahasa Inggris dan Indonesia
Bagi yang hanya ingin mendengarkan dan membaca dalam bahasa lokal.
Rp19900 /bulan
1 akun
Judul dalam bahasa tertentu
Akses tidak terbatas
Batalkan kapan saja
Judul dalam bahasa Indonesia
Bagi yang hanya ingin mendengarkan dan membaca dalam bahasa lokal.
Rp89000 /6 bulan
1 akun
Judul dalam bahasa tertentu
Akses tidak terbatas
Batalkan kapan saja
Judul dalam bahasa Indonesia