Fiksi
Virginia Woolf’s third novel, “Jacob’s Room” (1922) differs from its two predecessors in its experimental, abstract approach to writing. Jacob Flanders’ life is examined largely through the impressions and accounts of others in his life, mostly women, creating a portrait of a young man both representative of and victimized by Edwardian society. The novel coincided with Woolf’s emerging interest in feminism and is critical of the righteous patriarchy of “the other side”, “the men in clubs and cabinets”.
© 2018 Dreamscape Media (E-book): 9781974929146
Tanggal rilis
E-book: 25 September 2018
Lebih dari 900.000 judul
Mode Anak (lingkungan aman untuk anak)
Unduh buku untuk akses offline
Batalkan kapan saja
Bagi yang ingin mendengarkan dan membaca tanpa batas.
Rp39000 /bulan
1 akun
Akses Tanpa Batas
Akses bulanan tanpa batas
Batalkan kapan saja
Judul dalam bahasa Inggris dan Indonesia
Bagi yang ingin mendengarkan dan membaca tanpa batas
Rp189000 /6 bulan
1 akun
Akses Tanpa Batas
Akses bulanan tanpa batas
Batalkan kapan saja
Judul dalam bahasa Inggris dan Indonesia
Bagi yang hanya ingin mendengarkan dan membaca dalam bahasa lokal.
Rp19900 /bulan
1 akun
Judul dalam bahasa tertentu
Akses tidak terbatas
Batalkan kapan saja
Judul dalam bahasa Indonesia
Bagi yang hanya ingin mendengarkan dan membaca dalam bahasa lokal.
Rp89000 /6 bulan
1 akun
Judul dalam bahasa tertentu
Akses tidak terbatas
Batalkan kapan saja
Judul dalam bahasa Indonesia